Kisah Pilu Dari Kakek Ini Bikin Netizen Mewek, Jualan Pulpen Dmi Bertahan Hidup…

Posted on
Loading...

Usía tua bukan jadí penghalang untuk bekerja. Masíh banyak dítemukan orang yang usíanya sudah terbílang tua, namun masíh harus bekerja demí menyambung hídup. Apalagí mereka carí duít nggak cuma untuk dírí sendírí. Tapí ada ístrí dan anak yang juga kebutuhannya mestí dípenuhí.

Belum lama íní, seorang pengguna Twítter membagíkan kísah pílu seorang kakek penjual pulpen. Dísebutkan oleh pemílík akun @cappuocínno kalau pría íní sudah cukup tua. Penjual pulpen ítu seríng menjajakan barang dagangannya dí sekítaran Uníversítas Trísaktí, Jakarta.

Pada foto yang díunggah, kakek íní membawa tempat sepertí tas untuk menyímpan dagangannya. Dí tas ítu terlíhat berjejer puluhan pulpen. Pulpen ítu dísusun berurutan sesuaí dengan warnanya. Tampak wajah sang kakek terfoto sangat berharap kalau pulpen dagangannya untuk díbelí.

Refí menyebutkan kondísí kakek yang cukup mempríhatínkan. ía melíhat kalau hampír setíap harí kakek penjual pulpen ítu terlíhat gemetaran. Belum díketahuí pastí apa penyebabnya.

Dísebutkan juga kalau kakek íní mulaí berjualan darí pukul 09.00 híngga pukul 14.00. Harga pulpen yang díjualnya juga berkísar antara Rp 5 ríbu sampaí Rp 8 ríbu saja.

Tídak hanya melarísí dagangan sang kakek, Refí juga sempat menawarkan bubur kepadanya. Namun dengan sangat rendah hatí, penjual pulpen íní memberí saran kalau tídak perlu repot-repot memíkírkan kondísínya. Asal dagangannya laku, kakek íní sudah sangat senang sekalí.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *