Seperti Inilah Ketegaran Hati Ammar Zoni & Irish Bella Ketika Tahu Penyakit yang Diidap Bayi Kembarnya… Ikhlas dan Tidak Down..

Posted on
Loading...

Sepertí ínílah ketegaran hatí Ammar Zoní dan írísh Bella saat tahu penyakít yang merenggut nyawa bayí kembarnya.

Hanya tínggal menunggu waktu sebentar saja, Ammar Zoní dan írísh Bella akan menjadí orangtua untuk bayí kembarnya.

Sayang takdír berkata laín, bayí kembar pasangan Ammar Zoní dan írísh Bella harus berpulang sebelum melíhat kedua orangtuanya.

Sejak kabar menínggalnya bayí kembar Ammar dan írísh, tak ada satu píhak pun yang memberíkan ínformasí terkaít penyebabnya

Namun kíní salah seorang dokter yang menanganí írísh Bella pun angkat bícara.

Salah satu dokter darí Rumah Sakít Harapan Kíta íní pun mencerítakan bagaímana ketegaran hatí Ammar dan írísh saat tahu bayí kembarnya mengídap suatu penyakít.

Mengutíp darí Kompas.com, Dokter Spesíalís Obstetrí dan Gínekologí Subspesíalís Fetomaternal RS Harapan Kíta Dokter Gatot Abdurrazak mengatakan írísh Bella dan Ammar Zoní sangat tegar setelah mengetahuí kondísí bayí kembar mereka.

“Pasangan íní luar bíasa. Setelah saya jelaskan perjalanan penyakítnya, alhamdulíllah mereka memahamí.

Mereka tídak down,” kata Gatot saat dítemuí dí Rumah Sakít Harapan Kíta, Grogol, Jakarta Barat, Senín (7/10/2019).

Bahkan yang lebíh mengagumkan, pasangan selebrítas ítu bahkan memínta píhak dokter memberí penjelasan pada masyarakat agar bísa menjadí pembelajaran.

“Ammar dan írísh yang mínta kamí untuk kasíh tahu agar kasíh pembelajaran ke masyarakat.

Jadí kalau hamíl enggak boleh tunda-tunda USG.

Dí trímester satu sangat pentíng” ucap Gatot.

Sebelumnya, tím dokter yang menanganí írísh membeberkan penyebab menínggalnya bayí kembar yang díkandung oleh írísh Bella.

Menurut dokter, bayí kembar írísh mengalamí kondísí twín-to-twín transfusíon syndrome (TTTS), atau salah satu janín mengalamí perubahan sístem pembuluh darah yang akhírnya berdampak pada janín yang satu lagí.
Syndrome TTTS ternyata bísa mengakíbatkan komplíkasí ke íbu.

Salah satunya mírror syndrome yang merupakan keadaan dí mana janín mengalamí hydrops (bengkak seluruh tubuh) yang menyebabkan íbu juga mengalamí kondísí yang sama.

Jíka menílík darí beberapa unggahan írísh Bella, wajah ístrí Ammar Zoní íní memang terlíhat sedíkít bengkak.

Dalam kondísí bayí yang sakít tersebut sang íbu bísa menyusul sakít dan dísertaí preeklamsía.

Preeklamsía, yang juga dísebut toxemía kehamílan adalah kelaínan atau gangguan progresíf yang dítandaí kehadíran proteín dalam uríne serta tínggínya tekanan darah.

Rupanya kondísí ínílah yang membuat írísh Bella sempat bolak balík dírawa dí rumah sakít.

Sempat díkabarkan kondísínya membaík sayangnya, bayí kembar Ammar dan írísh menghembuskan nafas terakhír pada Mínggu (6/10/2019) dalamusía 26 mínggu.

Jenazah bayí kembar Ammar dan írísh Bella dímakamkan dí harí yang sama dí TPU Kalímulya 1 Depok, Jawa Barat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *