pintar dengan belajar online

Jangan Ukur Kecerdasan Anak Dari Ranking, Semua Anak Tidak Ada yang Bodoh, Mereka Semua Adalah Jenius!

Posted on

Sekolah adalah tempat belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan tapi bukan tempat untuk bersaing satu sama lain. Tapi pada kenyataannya secara tidak langsung para murid sering “dipaksa” untuk bersaing untuk memperoleh peringkat kelas. Bahkan itu terjadi sejak siswa masuk dari SD.

Search keyword: website belajar online terbaik,kursus full stack developer online,kursus digital marketing online,website pembelajaran online,belajar it online,belajar programming online gratis,web pembelajaran online,belajar javascript online,situs pembelajaran online,website untuk belajar online

Yang pada akhirnya hilanglah senyum dari anak-anak karena target yang berat dari persaingan peringkat tersebut. Itu karena nilai rata-rata dari semua mata pelajaran yang menjadi patokan mereka.

Baca juga: Solusi Belajar Online! Aplikasi Google Lens Bisa Jawab Soal Matematika Lengkap, Begini Caranya

Banyak siswa yang bersumsi jika nilai atau rankingnya dibawah, mereka akan berpikir dirinya tidak mampu dan dilabeli bodoh oleh teman-temannya. Dan fatalnya, anak trsebut bisa menjadi minder dan tambah merasa malas dalam belajar. Malahan bisa jadi bahan bully oleh temannya.

Padahal, kenytaannya, setiap anak itu unik dan memiliki cara belajar tidak sama. Sumber daya dan kemampuan siswa dalam belajar pun berbeda. Sangatlah tidak adil jika memukul rata kemampuan siswa.

Albert Einstein, fisikawan jenius pengubah dunia pernah mengatakan, bahwa semua anak itu jenius.

Tapi jika Anda menilai seekor ikan, dengan kemampuannya memanjat pohon, maka ia akan menjalani hidupnya dengan percaya bahwa dia bodoh.

Baca juga: Gemas, Balita Ini Menangis Saat Diajak Istirahat Belajar Oleh Ibunya

Ada calon seniman yang tak perlu mengerti matematika.
Ada calon pengusaha yang tidak butuh pelajaran sastra atau bahasa.
Ada calon musisi yang nilai biologinya tidak akan terlalu berarti.
Ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik dibanding fisika di sekolah.
Ada calon fotografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda, yang tentu ilmunya bukan dari sekolah ini.”