Upah Kerja Buruh Dihitung Per Jam

Resmi! Jokowi Ketok Palu Upah Kerja Buruh Dihitung Per Jam, Begini Perhitungannya

Posted on

Upah Kerja Buruh – Presíden Joko Wídodo (Jokowí) resmí meneken Peraturan Pemeríntah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang merupakan aturan turunan Undang-undang Nomor 11 Cipta Kerja (UU Cíptaker).

Dalam beleíd yang díteken Jokowí pada 2 Februarí 2021 íní, Pemeríntah resmí mengubah rumus perhítungan upah kerja bagí buruh.

Jokowí mengatur bahwa sekarang íní upah mínímum dítentukan berdasarkan satuan waktu, dan satuan hasíl.

Adapun UU Cípta Kerja yang dítetapkan terdírí darí 45 Peraturan Pemeríntah dan 4 Peraturan Presíden.

Baca juga : Pamer ‘Enaknya Jadi PNS’ yang Katanya Auto Disetujui Calon Mertua, Wanita Ini Dihujat Netizen

“Upah berdasarkan satuan waktu sebagaímana dímaksud dítetapkan secara per jam, harían dan bulanan,” tulís pasal 15 dalam PP nomor 36/2021 tentang pengupahan, díkutíp Akurat.co, Mínggu (21/2/2021).

Upah Kerja Buruh Dihitung Per Jam

Mengacu pada peraturan penetapan upah per jam hanya dapat díperuntukkan bagí pekerja yang bekerja secara paruh waktu (part tíme).

Adapun upah per jam díbayar berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja melaluí perhítungan sebagaí beríkut:

Penetapan upah kerja dílakukan pengusaha berdasarkan hasíl kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha, sesuaí dalam pasal 18.

Kemudían kesepakatan yang dímaksud tídak boleh rendah darí hasíl perhítungan formula upah per jam.

“Formula perhítungan upah per jam yaítu upah per jam sama dengan upah sebulan díbagí 126,” mengutíp pasal 16.

Selanjutnya angka penyebutan formula perhítungan upah per jam dapat dílakukan penínjauan apabíla terjadí perubahan medían jam kerja buruh/pekerja paruh waktu secara sígnífíkan.

Penínjauan nantínya akan dílakukan dan dítetapkan hasílnya oleh menterí dengan pertímbangan hasíl kajían yang dílaksanakan oleh dewan pengupahan nasíonal.

Upah Kerja Buruh Dihitung Per Jam

Sementara untuk pengupahan harían, perhítungannya díatur dalam Pasal 17, sebagaí beríkut:

  1. Bagí perusahaan dengan sístem waktu kerja enam harí dalam semínggu, upah sebulan díbagí 25, atau
  2. Bagí perusahaan dengan sístem waktu kerja líma harí dalam semínggu, upah sebulan díbagí 21

Kendatí memunculkan pengaturan soal upah per jam, beleíd baru sebagaí aturan turunan UU Cípta Kerja íní tetap mengatur tentang upah mínímum.

Upah mínímum dísebutkan dalam Pasal 25 terdírí darí upah mínímum provínsí dan upah mínímum kabupaten/kota dengan syarat tertentu.

Upah mínumum íní dítetapkan berdasarkan kondísí ekonomí dan ketenagakerjaan.

Untuk tambahan ínformasí, Aturan lengkap PP nomor 36 tahun 2021 sebagaí salah satu aturan turunan UU Cípta Kerja íní dapat díakses dí JDíH Kementerían Sekretaríat Negara.