Inilah Fakta di Balik Pengantin Wanita Peluk Mantan di Pelaminan yang Berujung Ricuh

Posted on
Loading...

Sebuah vídeo pesta perníkahan mendadak víral dí medía sosíal. Pasalnya, hajatan tersebut tíba-tíba menjadí gaduh setelah seorang lakí-lakí yang díduga orangtua mempelaí waníta memukul salah seorang tamu yang datang.

Perístíwa ítu terjadí dí Língkungan Botto Líbu, Kelurahan Batu, Kecamatan Pítu Ríase, Kabupaten Sídrap, pada Kamís pagí (24/10/2019) kemarín.

Dalam vídeo tersebut, nampak seorang lelakí yang díduga mantan pacar mempelaí waníta, datang ke pesta perníkahan ítu bersama temannya.

Semula, lelakí berkemeja abu-abu bercelana jíns hítam ítu, dísorakí para penjemput tamu dan warga laínnya yang hadír dí pesta perníkahan tersebut. “Bukan jodohnya,” terdengar salah seorang dí antara mereka berkomentar.

Mírísnya lagí, saat lelakí ítu sampaí dí atas pelamínan, sontak mempelaí waníta langsung memeluknya dengan erat sambíl menangís dan enggan melepaskannya. Sementara, mempelaí lakí-lakí nampak terpaku dan tídak bereaksí sama sekalí melíhat kejadían rersebut.

Usaí dípeluk sang mempelaí waníta, lelakí tersebut kemudían menyalamí mempelaí lakí-lakí dan seorang lelakí mengenakan sarung dan stelam jas tutup warna putíh yang berdírí dí sampíng kanan pengantín tersebut.

Sejurus kemudían, mendadak lelakí yang díduga orangtua mempelaí waníta mengejar lakí-lakí yang dípeluk pengantín perempuan tersebut saat turun darí pelamínan dan langsung menendangnya.

Dengan sígap, mempelaí pría berlarí dan memeluk lakí-lakí yang terus mengamuk hendak memukul tamunya tersebut.

Namun, tak lama kemudían, pesta perníkahan menjadí gaduh setelah pría keluarga mempelaí waníta ítu terlíhat turun ke pelamínan menyerang pría tersebut.

Kepala Língkungan 7 Botto Líbu, Kelurahan Batu, Hancong membenarkan kejadían tersebut. Día mengatakan bahwa perístíwa ítu terjadí dí daerahnya.

“Yah, kejadíannya pada Kamís, 24 Oktober, sekítar pukul 11.00 wíta. ítu ada kesalapahaman saja,” katanya saat díhubungí vía telepon selular, Jumat (25/10/2019).

Memurutnya, pría yang dípeluk tersebut adalah guru darí mempelaí waníta.

“Namanya gurunya ítu adalah Sukrí, dan síswanya yang meníkah ítu bernama Nílang,” kuncí Hancong tanpa menyebutkan lebíh ríncí perístíwa tersebut.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *